Cerita ini sebenarny sudah lama terjadi, tp masih kuingat. Bahkan mungkin dalam waktu lama
.
Hari itu,aq lupa hari dan tanggal berapa, di malam hari sekitar j8. Pagar rumahku berbunyi (seperti digedor)dengan suara yang kencang. Tentu saja itu membuat aq dan keluarga kaget. Kebetulan hari itu, ada kakak laki2 ku dan istrinya.
Si penggedor pagar tidak bersuara, dia hanya terus menggedor. Kakak ku yg laki2 membuka pintu dan melihat org itu, dia lalu berkata, “oh, itu tmn aa”. Dan aku berkomentar dalam hati, “Ga sopan bngt si ngegedor tanpa mengucapkan salam”.
Setelah org itu masuk ke rumahku, barulah aku tau apa alasanny tak mengucapkan salam. Bukan dia tak mau, dia mengucapkannya, tp tidak jelas didengar oleh telingaku.
Dia seorang lelaki bisu dan tuli. Ternyata bukan hanya satu org yg bertandang k rumahku. Tetapi 4 org.Dan ketiga org yg lainny juga bisu dan tuli. Aku tertegun. Sungguh malu dengan prasangkaku.
Mereka sangat sopan dan ramah, bahkan saat aku menyuguhkan air minum, mereka mengucapka terima kasih (walau aku tidak mendengarkan dengan jelas). Dan ada jg diantara mereka yg mengucapkan terima kasih dengan memberi isyarat kepadaku.
Saat kakakku mengobrol dengan mereka, dia akan sedikit berteriak dan terkadang menggunakan tangannya.
Obrolan yang terkadang tampak ramai, terkadang tampak sepi. Tetapi mereka menikmati obrolan itu.
Malam pun semakin larut. Dan obrolan itu pun berakhir. Sudah waktunya mereka pulang. Pulang dengan motor. Ya, mereka mengendarai motor.
Kejadian itu hanya berlangsung satu jam. Tetapi bagiku suatu kejadian yg membuatku kagum.
Mereka Orang-Orang Hebat. Dengan Senyum yang Hebat pula 